Kronologi Kasus Pelecehan dan Perundungan Pegawai KPI

Kronologi Kasus Pelecehan

RevHotNews , Kronologi Kasus Pelecehan dan Perundungan Pegawai KPI, Warga Indonesia khususnya para pengguna media sosial Twitter dihebohkan oleh pengakuan seorang yang mengaku sebagai pegawai kontrak di KPI ( Komisi Penyiaran Indonesia ) yang dalam pengakuannya, ia mengatakan telah mendapatkan pelecehan serta perundungan dari rekan kerjanya sendiri.

Pria berinisial MS ini bahkan mengaku telah mendapatkan pengalaman tak mengenakan tersebut sejak awal ia bekerja di KPI pada tahun 2011 dan kejadian tersebut berlangsung sampai tahun 2019 hingga merusak kesehatan mentalnya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Kronologi Kasus Pelecehan dan perundungan Pegawai KPI

Berikut kronologi pelecehan dan Perundungan yang di alami oleh MS sesuai dengan pengakuan pada postingan di Twitter :
• Pada Tahun 2011 MS mulai bekerja di KPI sebagai pegawai kontrak.
• Dari awal ia bekerja ia telah mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari sesama rekan kerjanya di KPI yang dalam pengakuannya berjumlah 5 orang berinisial RM, FP, RE, EO, dan CL.
• Perundungan yang MS terima dari tahun 2011 sampai 2014 berupa cacian, pelecehan, bahkan pemukulan yang tidak terhitung jumlahnya karena seringnya diterima.
• Masih dari pengakuan MS, ia bahkan diperlakukan layaknya budak pesuruh walaupun secara kedudukan antara MS dan rekan-rekannya yang melakukan Perundungan adalah sama.
• Puncak Perundungan yang ia terima terjadi pada tahun 2015 dimana saat ia sedang bekerja di ruangan KPI, kelima rekannya tersebut masuk ke ruangan kemudian memegangi kepala MS lalu memiting, menelanjangi dan mencoret-coret alat vital dari MS.
• Hal ini pun membuat MS trauma berat. Bahkan sejak saat itu ia mengaku, mengalami ketidakstabilan emosi dan sering menangis atau berteriak tiba-tiba saat teringat kejadian tersebut.
• Puncak trauma yang MS alami berimbas kepada kesehatannya yang menurun. Pada tahun 2016 ia mulai sering sakit karena trauma dan stres berat.
• Pada tahun 2017 MS melakukan pelaporan ke Komnas HAM melalui email, namun diberi arahan untuk melaporkan ke kepolisian karena dianggap telah masuk ke dalam hukum pidana.
• Terus bertahan dalam Perundungan dan pelecehan yang masih berlangsung dari 2017 sampai 2019. Pada 2019 MS akhirnya melapor ke Polsek Gambir. Namun Pihak kepolisian menganjurkan menyelesaikan masalah tersebut dengan internal kantor saja.
• Pada tahun 2020 MS kembali melapor ke kepolisian namun masih belum ditangani secara serius.
• Pada tahun 2021 MS membuat pengakuan di media sosial Twitter dan postingan tersebut viral.
• Pada 1 September 2021 lalu ia kembali melaporkan kasus ini ke kepolisian. didampingi oleh komisioner KPI, laporan yang ia lakukan di polres Jakarta pusat diterima.
• Pada tanggal 2 September 2021 pihak KPI memanggil 5 pegawai yang diduga sebagai pelaku Perundungan untuk diinvestigasi lebih lanjut.
Saat ini kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak KPI maupun kepolisian sedangkan MS sendiri, Pihak KPI sedang mengupayakan untuk memulihkan mental dari MS agar dapat membaik dan tingkat trauma yang dialami menurun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *